Tips Memilih Alat Kontrasepsi Yang Aman Dan Tepat

Keluarga Berencana atau yang lebih dikenal dengan KB merupakan salah satu upaya pemerintah untuk menekan angka penduduk agar tidak terlalu membludak. Ada banyak jenis alat kontrasespi yang disediakan pemerintah dimana didistribusikan ke setiap daerah kecamatan, sehingga sosialisasi KB dapat berjalan sesuai dengan harapan. Namun tidak semua alat kontrasepsi cocok dengan kondisi tubuh kita. Untuk itu sekarang Anda dapat menentukan alat kontrasespi dengan menggunakan metode C4.5 yang berbasis web PHP dan MySQL.  Program ini dapat membantu Anda untuk membuat keputusan memilih kontrasepsi yang sesuai dengan kondisi keluarga Anda.

Saat ini, ada dua jenis alat kontrasepsi diantaranya yang temporer dan permanen. Untuk kontrasespsi yang temporer, ketika penggunaannya dihentikan, ada kemungkinan Anda bisa hamil kembali. Sebaliknya untuk kontrasepsi yang permanen merupakan tindakan sterilisasi yang dapat membuat Anda tidak bisa melakukan pembuahan.

Selain memiliki jenis yang beragam, alat kontrasespsi juga memiliki bentuk yang beragam. Diantaranya ada pil KB, suntik, implan, IUD atau spiral, pembedahan vasektomi pada laki-laki dan pembedahan tubektomi pada perempuan. Jika hal ini membuat Anda bingung memilih mana yang tepat dan aman, ikutilah tips dibawah ini:

  1. Pahami Tujuan Anda Dengan Pasangan

Hal pertama, sebelum Anda menggunakan alat kontrasespi, pahami terlebih dahulu tujuan Anda dengan pasangan. Jika Anda merupakan pengantin baru dan berencana ingin menunda kehamilan, sebaiknya pilih pil KB, Kondom atau metode kalender. Hal ini merupakan terbilang aman, karena selain dapat menunda kehamilan, pil Kb juga dapat mengembalikan tingkat kesuburan setelah pemakaian alat kontrasespsi dihentikan.

  • Pilih sesuai usia Anda dan pasangan

Tips yang kedua, sebelum menggunakan alat kontrasespi, Anda harus tahu jenis kontrasepsi yang sesuai dengan umur dan rencana kehidupan Anda kedepannya. Jika Anda berusia 20-35 tahun dan ingin menunda kehamilan, sebaiknya pilih alat kontrasepsi spiral. Begitupun dengan ibu yang baru saja melahirkan dan ingin memberikan jarak antar dua anak alat kontrasepsi ini sangat dianjurkan. Karena spiral tidak akan mempengaruhi produksi ASI. Namun untuk Anda yang sudah berumur 35 tahun keatas dan tidak ingin memiliki anak lagi, disarankan untuk melakukan metode sterilisasi atau tubektomi dan vasektomi.

  • Kenali kondisi tubuh dengan baik

Pada dasarnya alat kontrasepsi dibagi menjadi dua jenis, yaitu yang bersifat hormonal, dan non hormonal. Biasanya pada beberapa orang tertentu, kontrasepsi hormonal dapat mengganggu sistem kerja hormon yang mengakibatkan perubahan pada tubuh seperti kenaikan berat badan, sakit kepala dna lain sebagainya. Sedangkan yang hormonal tidak akan memberikan efek apapun bagi tubuh.

Itulah beberapa tips memilih alat kontrasepsi yang aman dan tepat. Semoga dapat bermanfaat untuk Anda yang ingin melakukan program KB.

Terima jasa pembuatan website dan aplikasi dengan harga terjangkau wa ke kami 082377168756( menerima jasa pembuatan skripsi juga )Baca Juga :   Sistem Informasi Keuangan Saham Berbasis Website

link download : bit.ly/3ey8R6F

traffic